Pendidikan Sejarah Hingga Kontroversi Tentang Polwan dan Korps Wanita TNI
BERITA INFO Syarat Pendaftaran tes polri

Pendidikan Sejarah Hingga Kontroversi Tentang Polwan dan Korps Wanita TNI

Pendidikan Sejarah Hingga Kontroversi Tentang Polwan dan Korps Wanita TNI – Ayo angkat tangan yang dulu atau sampai sekarang mempunyai cita – cita menjadi polwan? Nah, di artikel kali ini admin akan membahas Pendidikan Sejarah Hingga Kontroversi Tentang Polwan dan Korps Wanita TNI. 

Bicara soal cita – cita, dulu profesi TNI dan Polisi seringnya hanya menjadi pilihan para kaum adam. Hanya sedikit kaum hawa yang ingin berkarir atau terjun ke dunia TNI dan Polisi . Alasannya beragam, mulai dari bidang pekerjaannya yang dianggap terlalu keras, hingga sulitnya menjalankan pendidikan yang hars ditempuh oleh para calon perwira sebelum menyandang pangkat sebagai Polwan atau Korps Wanita. 

Padahal, perempuan juga bisa kok menjadi polisi maupun tentara. Indonesia sendiri memiliki Korps Wanita tersendiri untuk TNI dan satuan polisi wanita atau biasa kita sebut Polwan. Nah, buat kamu para calon srikandi muda pembela bangsa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di Akpol atau Akmil, simak dulu nih serba serbi pendidikan Polisi dan TNI untuk perempuan berikut ini.

Sejarah Polwan dan Korps Wanita TNI

Tahukah kamu bahwa satuan polisi wanita atau Polwan berusia hampir sama dengan usia bangsa Indonesia sendiri? Yap, Polwan di Indonesia lahir pada tanggal 1 September 1948 dan berawal dari kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Saat itu, Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) menghadapi Agresi Militer Belanda II. Saat itu banyak pengungsi perempuan dan anak – anak yang meninggalkan rumah mereka untuk menjauhi titik peperangan. 

Nah, untuk menghindari penyusup, setiap pengungsi yang masuk ke wilayah yang dikuasai Republik saai itu haru melalui pemeriksaan oleh Polisi. Meski brgitu, banyak pengungsi perempuan yang tidak nyaman akan hal ini apalagi jika mereka haus digeledah dan diperiksa secara fisik oleh polisi laki – laki. Untuk mengatasi masalah itu, pemerintah Indonesia kala itu menunjuk Sekolah Polisi Negara (SPN) Bukittinggi untuk membuka “Pendidikan Inspektur Polisi” bagi kaum wanita. 

Dari situ, terpilihlah 6 perempuan berdarah Minang yang menjadi Kolonel Polisi Wanita pertama di Indonesia. Mereka adalah Mariana Saanin Mufti, Nelly Pauna Situmorang, Rosmalina Pramono, Dahniar Sukotjo, Djasmainar Husein, dan Rosnalia Taher.

Nah, berbeda dengan Polwan, Korps Wanita TNI baru lahir sekitar beberapa tahun setelah Indonesia merdeka. Korps Wanita Angkatan Darat (KOWAD) menjadi pelopor karena dibentuk lebih dulu yaitu pada tahun 1959. Setelah itu, baru menyusul Korps Wanita Angkatan Laut (KOWAL) yang diresmikan pada tahun 1962 dan Korps Wanita Angkatan Udara (WARA) di tahun 1963. 

Kini, sudah ada beberapa perempuan yang telah menduduki jabatan Perwira Tinggi di masing – masing Korps TNI. 

Pendidikan Polwan dan Korps Wanita TNIPendidikan Sejarah Hingga Kontroversi Tentang Polwan dan Korps Wanita TNI

Secara umum, pendidikan untuk Polwan dan Korps Wanita TNI tidak jauh berbeda dengan pendidikan Polisi dan Tentara laki – laki. Syarat – syaratnya seperti tinggi badan yang memadai (155 cm), Warga Negara Indonesia, Bebas Narkoba, Belum menikah, Tidak Bertato, dan masih banyak lagi.

Hanya saja, perbedaannya terletak pada jenis tes yang dijalani oleh para calon perwira. Gambaran tes umum yang harus dilalui adalah sebagai berikut :

1. Seleksi Berkas 

2. Tes Psikologi (IQ, Kepribadian, dan Kesehatan mental)

3. Tes Kesehatan umum (Tes Kehamilan dan Keperawanan)

4. Tes Kesehatan penunjang (Tes urin, tes darah, radiologi, EKG dan narkoba)

5. Tes Kesamaptaan/ Kemampuan Fisik 

6. Tes Kompetensi (Pengetahuan umum, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dan PPKn)

7. Penentuan Akhir alias Pantukhir yang meliputi pemeriksaan ulang terhadap aspek kesehatan (postur tubuh), psikologi (intelegensi + kepribadian) dan administrasi akhir. 

Sayangnya, tahapan seleksi masuk ini masih menuai banyak kontroversi. Karena ada beberapa peraturan yang dinilai diskrminatif bagi perempuan, terutama di bagian tes kesehatan yang mengikutsertakan tes keperawanan untuk calon perwira. Sebuah organisasi HAM internasional, Human Rights Watch (HRW) bahkan mengecam pihak TNI dan Polri atas metode seleksi yang dinilai menghina martabat dan sebuah invasi terhadap ranah privat perempuan ini.

Dilansir dari BBC, pada tahun 2014 ketika kasus ini menjadi sorotan publik, pihak kepolisian dan militer menyatakan bahwa tes tersebut dilakukan untuk mengukur moralitas calon perwira dan prajurit. Pernyataan ini tentunya menuai banyak reaksi kontra terutama dari banyak lembaga dan aktivis gerakan perempuan. 

Apakah anak – anak yang diperkosa harus kehilangan masa depan untuk mengabdi ke TNI – Polri hanya karena tidak perawan dan bahkan itu bukan keinginan mereka?  

Meski begitu, belakangan ini pihak Polri telah membantah kontroversi ini dan menyatakan bahwa tes semacam itu sudah tidak diterapkan lagi untuk seleksi calon perwira. 

Nah, kalau menurut kalian bagaimana? Masih semangatkah untuk mengejar cita – cita menjadi Polwan atau Tentara Wanita? 

Sekian artikel Pendidikan Sejarah Hingga Kontroversi Tentang Polwan dan Korps Wanita TNI. Semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan kalian semua dan bermanfaat untuk kalian yang ingin mendaftar menjadi anggota polri maupun TNI. 

 

Artikel terkait : 

Rahasia Lolos Tes Polri 

Persyaratan Menjadi Polwan

Syarat Pendaftaran PSPP Penerbangan

 


Sebagai tambahan informasi saja siapa tau anda juga tertarik di dunia penerbangan (sebagai alternatif pilihan karir yg lain), saat ini PSPP (Pendidikan Staff Penerbangan dan Pramugari) sedang membuka pendaftaran kelas baru.

PSPP Penerbangan merupakan salah satu lembaga pendidikan staff airlines terbaik di indonesia

Jurusan pendidikan :

  1. AVSEC (Polisi Bandara)
  2. Pramugari
  3. Staff Airlines

Jika anda merasa tertarik, anda dapat menghubungi panitia pendaftaran PSPP Penerbangan : Kak Diyan yang BAIK HATI di  0822-2500-7272 (WhatsApp Only) untuk bertanya-tanya. Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Itulah gambaran tentang Pendidikan Sejarah Hingga Kontroversi Tentang Polwan dan Korps Wanita TNI yang admin ketahui. Jika dirasa anda mempunyai informasi terbaru tentang hal tersebut dan atau apabila dirasa terdapat kesalahan informasi yang telah saya sampaikan diatas, mohon dapat disampaikan melalui kolom komentar atau dapat menghubungi kami melalui WhatsApp 0857-7272-7722 agar berita tersebut dapat segera kami perbarui.

Perlu diketahui juga bahwa segala bentuk berita, biaya pendidikan, teknis & aturan pendaftaran, syarat pendaftaran dan segala fasilitas pendidikan sekolah pramugari FAAST Penerbangan terbaru mengacu pada website utama www.faast.co.id.

Terima kasih